Hilangnya Generasi Muda Nusantara?

Tags

, , , , , , , , ,

11889499_10206936196227651_8331123008848467985_n

Pertanyaan sederhana dan menggelitik di hati melihat foto anak- anak Indonesia di atas, kira- kira kedepan generasi muda Indonesia jadinya seperti apa ya? Kondisi generasi satu bangsa ditentukan oleh budayanya dan berkaca pada kondisi Indonesia saat ini sangat ironis sekali, Indonesia bisa dikatakan tertinggal dalam segala bidang bahkan seorang Doktor Basuki yang pernah kuliah di Teknik Elektro ITB diwawancara Kick Andy Show Metro TV beberapa waktu lalu menyampaikan keengganannya untuk kembali menetap di Indonesia, beliau sangat betah tinggal di Swedia karena keahliannya lebih dihargai disana :(.

spiritual_culturalheritage

Untuk menjawab pertanyaan di atas perlu kita pahami sejarah dan budaya Bangsa Indonesia dari sejak jaman Pra Sejarah, Sejarah, dan saat ini agar kita bisa memetakan apa yang terjadi dengan bangsa ini sehingga kondisinya seperti sekarang ini menjadi bangsa yang lemah, tidak percaya diri, bangsa yang menjadi konsumen dari berbagai produk bangsa lain. Apabila kita coba flash back ke belakang sebagai sarana kita bercermin, mengkaji diri sendiri, bangsa sendiri karena tanpa kita mau mengkaji diri sendiri tidak mungkin kita bisa bangkit dari keterpurukan. Tentu kita semua sepakat secara ilmiah Budaya suatu Bangsa itu ada karena ada jejak2 peninggalan peradabannya itulah yang disebut Cagar Budaya yang mana terbagi dua menjadi benda cagar budaya dan situs cagar budaya. Sebenarnya Cagar Budaya itulah bukti otentik, empiris, ilmiah suatu peradaban budaya yang ada, kalau bukti empiris/ ilmiah suatu budaya itu hilang maka yang ada budaya hanya tinggal cerita , legenda dan juga hanya mithos yg ditulis dalam buku2 yg disimpan di rak dan kemudian males dibaca juga.

baduy1

Pada akhirnya kemudian menjadi sangat mudah diganti budaya baru dan dikatakan budaya lama itu jelek dan hina, ketika suatu bangsa sudah kehilangan jejak empiris peradabannya maka berikutnya adalah kehilangan kepercayaan dirinya, selalu menganggap budaya lain lebih baik, akhirnya jadi bangsa yg mudah didominasi bangsa lain, bangsa yang terjajah. Tentu saja berikutnya tujuan dari dominasi budaya luar itu ujungnya adalah penetrasi produk luar agar mudah diserap pasar/ konsumen dan end result nya, kita menjadi bangsa yang tidak menghargai produknya sendiri, lebih bangga memilih produk luar, import merajalela dan jadi bangsa sebagai konsumen saja. Lihat penetrasi Budaya KPOP yg akhirnya membuat Samsung menjadi booming, tanpa disadari kita ikut serta dalam “proses penjajahan” tsb. http://inet.detik.com/read/2012/04/27/154221/1903457/317/ungguli-apple–nokia-samsung-rajai-pasar-ponsel

Continue reading

Advertisements

Uga Wangsit Siliwangi

Carita Pantun Ngahiangna Pajajaran

Pun, sapun kula jurungkeun
Mukakeun turub mandepun
Nyampeur nu dihandeuleumkeun
Teundeun poho nu baréto
Nu mangkuk di saung butut
Ukireun dina lalangit
Tataheun di jero iga!

_IMG_1107

Saur Prabu Siliwangi ka balad Pajajaran anu milu mundur dina sateuacana ngahiang : “Lalakon urang ngan nepi ka poé ieu, najan dia kabéhan ka ngaing pada satia! Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun, ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar. Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engké jagana, jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran! Lain Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar, nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman! Pilih! ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja, anu somah sakabéhna, lapar baé jeung balangsak.”

Daréngékeun! Nu dék tetep ngilu jeung ngaing, geura misah ka beulah kidul! Anu hayang balik deui ka dayeuh nu ditinggalkeun, geura misah ka beulah kalér! Anu dék kumawula ka nu keur jaya, geura misah ka beulah wétan! Anu moal milu ka saha-saha, geura misah ka beulah kulon!

Continue reading

Paham Kekuasaan Sunda, Prof Jakob Sumardjo

Dengan demikian dasar paham kekuasaan Sunda itu lebih maternal dari pada paternal. Lebih mengasuh, rohani, adat, pikiran daripada sekadar memerintah. Sikap ini juga tercermin dalam silat Sunda yang lebih menyimpan kekuatan dari pada menggunakan kekuatan itu. Silat Sunda itu bageakeun baik untuk dirinya maupun “musuhnya”. Diri sendiri selamat dan yang menyerangnya juga selamat. Yang pertama dilakukan adalah gerak menghindar sekaligus disertai gerak menyerang. Bukan untuk mematikan, tetapi untuk membuat lawan tidak berdaya lagi. Inilah sebabnya pawang pembetul tulang banyak terdapat di kampung-kampung Sunda. Jadi, sikap terhadap kekuatan lebih menyimpan, defensif, daripada menggunakannya dan agresif. Ini tidak berarti bahwa para jawara silat Sunda kurang “berani”, justru sudah melampaui keberanian dan hanya menggunakan kekuatan tersebut apabila lawan memang sudah tak mau dibageakeun. Kekuasaan dan kekuatan itu tak boleh digunakan semena-mena, tetapi demi kesejahteraan bersama, baik dalam maupun luar.

baduy_jalan Continue reading

Makna Amanah Buyut Menurut Prof Jakob Sumardjo

Menurut Amanat Buyut Baduy, buyut yang dititipkan kepada puun 33 negara, 65 sungai dan 25 nagara, maka apabila diterjemahkan angka- angka tersebut artinya 33 adalah 1 negara pusatnya dan 32 disekitarnya yang tersebar diberbagai penjuru mata angin (negara bagian), 65 Sungai adalah 1 sungai pusat dan 64 sungai disekitarnya, dan disetiap 32 negara bagian tersebut terdapat 25 nagara kecil/ kampung dimana angka 25 diartikan sebagai 1 pusat kampung dan 24 disekitarnya. 64 sungai tersebut dibagi 32 mendapatkan angka 2 itu menunjukan bahwa setiap nagara bagian selalu diapit dua sungai dan seolah-2 disebut pulau/ nusa, nusantara = nusa diantara, nusa diapiat dua sungai. Jadi total kampung yang ada di Sunda adalah 32 x 25 = 800 kampung buhun, masing- masing kampung tersebut memiliki hutan tutupan/ keramat yang disucikan dan terdapat situs megalitikumnya. Kampung buhun lengkap dengan hutan keramat beserta situsnya dan segala hal yang terkandung didalamnya baik tangible maupun yang intangible secara mikro disebut Kabuyutan. Susunan 800 kabuyutan yang tersebar di Tatar Sunda itu disebut Sasaka Domas (Sasaka artinya Tempat Suci, dan Domas artinya Dua Omas; satu omas adalah 400 dan dua omas artinya 800; jadi Sasaka Domas artinya 800 Tempat Suci).

Image Continue reading

Kabuyutan Solusi Kemajuan Bangsa

Tags

, , ,

Kabuyutan dalam Kosmologi Masyarakat Sunda dahulu merupakan tempat pendidikan moral dan spiritual yang alami (harmonis/ menyatu dengan alam). Kabuyutan dalam konteks modern dapat disamakan dengan Sekolah Alam atau Pesantren Alam. Kabuyutan memiliki peran sangat penting dalam Tri Tangtu Masyarakat Sunda (Tiga Penentu Kebijakan Dunia) yang urutannya adalah Resi (Guru Pendidik), Ratu (Pemimpin Pemerintahan), dan Rama (Orang Tua Tokoh Masyarakat). Hal tersebut juga tercermin dalam peribahasa yang beredar secara turun temurun di masyarakat Sunda yaitu Guru, Ratu, Wong Atua Karo. Guru ditempatkan ditempat yang paling penting (utama) karena masyarakat dahulu menyadari pentingnya pendidikan terutama pendidikan budi pekerti/ moral dan spiritual bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Teori modern dari dunia barat pun sangat menyadari pentingnya peranan Sumber Daya Manusia dan Pendidikan yang akan menentukan kemajuan suatu bangsa/ negara.

spiritual_culturalheritage

Ancient Education System

Negara Skandinavia di Eropa contohnya sangat memperhatikan sistem pendidikannya bahkan masyarakat digratiskan dalam memperoleh pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Begitu hal-nya dengan Jepang Pasca Pengemboman Hiroshima dan Nagasaki pertama kali yang diselamatkan adalah para guru karena merekalah kelak yang akan memberikan pendidikan kepada anak- anak dan generasi muda Jepang. Kabuyutan jaman dahulu sifatnya gratis/ sukarela bagi para pesertanya namun untuk menjalankan operasional Kabuyutan tersebut Raja/ Pemimpin Pemerintahan menjamin segala kebutuhan Kabuyutan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas. Salah satu Raja yang sangat menghormati dan melindungi Kabuyutan adalah Purnawarman, Maharaja Tarumanagara (memerintah 395 – 434 M).

Continue reading

Zaman Edan, Darso The Phenomenon

Dalam rangka mengenang mendiang Darso The Phenomenon dan juga tulisan di FB Kang Edo Itam LRCB yg menuliskan beberapa bait lagu ini perkenankan Mamang persembahkan Lagu berjudul Zaman Edan dinyanyikan secara apik oleh living legend yang tidak ada duanya dalam perkembangan seni sunda, yang telah berhasil mengcombine music calung, hip hop, regea, pop, r n’ b segala macem pokoknya menjadi sesuatu yg enak didengar dan dikenang selalu sepanjang masa :). Mamang tuliskan lirik dan terjemahannya di bawah :).

Zaman Edan, Darso The Phenomenon

Ceunah dina jaman edan, mun urang teu milu edan, tangtu moal kabagean, tapi lamun milu edan, tangtu kaleungitan iman. Continue reading

Pusat Kabudayaan Sunda

Tags

, , , , ,

Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu bangsa dalam memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi warganya oleh karenanya beberapa negara maju memberikan pendidikan yang berkualitas secara gratis kepada masyarakatnya.

Selain itu juga bangsa- bangsa maju di dunia mulai memperkenalkan budayanya ke dunia luar dengan cara memberikan edukasi di Pusat- pusat Kebudayaan yang mereka dirikan di berbagai tempat. Salah satu target negara yang dibangun Pusat- pusat Kebudayaan Bangsa yang maju adalah di Indonesia. Saat ini ada beberapa pusat kebudayaan dari negara maju yang berdiri di Indonesia seperti CCF (Centre Culturel Francais: Pusat Kebudayaan Perancis), Erasmus Huis (Pusat Kebudayaan Belanda), Goethe Institute (Pusat Kebudayaan Jerman), Pusat Kebudayaan Jepang, Pusat Kebudayaan Korea, dll. Betapa besarnya keinginan negara- negara maju tersebut memperkenalkan dan menanamkan budayanya ke seluruh penjuru dunia dari mulai produk kuliner, trend fashion/ mode pakaian, sistem pendidikan, dll.

spiritual_culturalheritage

Continue reading